AADC, Mading Napel, dan Jurnalistik

Semenjak LINE hadir dengan membawa kembali kepopuleran Ada Apa Dengan Cinta (AADC) yang memang terbukti masih diminati sampai sekarang, orang-orang pun kembali membicarakan cerita remaja tentang Cinta dan Rangga ini. Saya masih usia sekitar 12 tahun saat itu dan belum resmi banget jadi seorang “remaja”. Tapi remaja muda umur segitu pun ingin sok-sok tahu tentang cinta, juga ikut terpengaruh dengan kepopuleran AADC.

Setelah mencapai kesuksesan pun, mulai terjadi beberapa tren pada remaja SMA saat itu. Saya tidak begitu ingat karena saat itu pun saya baru menginjak masa SMP. Rok di atas lutut dengan kaos kaki hampir sampai lutut, gak gaul kalau bukan anak mading, ikut tertarik dengan puisi, sampai ingin punya cowok seperti Rangga. Rata-rata sih para remaja ini ingin ikut-ikut seperti Cinta. Padahal, kalo tau akhirnya seperti sekarang ini, ternyata Cinta di-gantung sampai 12 tahun. Masih mau jadi seperti Cinta?

Saya sendiri yang masih SMP saat itu maunya jadi anak mading dan jadi seorang penulis novel. Sayangnya saat itu mading sekolah tidak diurus, dan saya bukan tipikal anak yang akan jadi pelopor “membangun kembali mading sekolah”. Akhirnya saya lupakan keinginan saya jadi pengurus mading. Tapi ketika masuk SMA, saya senang sekali melihat mading di sekolah saya masih terurus. Akhirnya saya pun mendaftar jadi anggota Mading Napel. Saya sempat dengar dari kakak kelas saya yang bercerita bahwa Mading Napel dulu juga sempat sangat populer ketika jamannya tren AADC. Namun sayang sekali, Mading Napel saat itu semakin berkurang kepopulerannya. Tetapi saya tidak menyerah dan terus menjadi anggota Mading Napel sampai saya lulus sekolah.

Kepanjangan Mading Napel adalah Majalah Dinding Buana Pelajar, tetapi dalam bahasa Sunda, “napel” itu juga berarti menempel. Dinamakan “napel” karena memang majalahnya merupakan tempelan-tempelan kertas, betul kan? Banyak sekali kenangan indah yang saya lalui dengan teman-teman Mading Napel. Ingat sekali, saat itu saya bahkan sampai menjabat Wakil Pemred 2. Sempat ada suatu waktu di mana Mading Napel ingin membuat majalah yang dibukukan. Tidak hanya tentang memikirkan tema setiap bulan dan membuat artikel-artikel untuk mading, saat itu kami pun dibekali ilmu jurnalistik dari seorang jurnalis sebuah surat kabar lokal.

Saya ingat saat itu saya sangat tertarik dengan jurnalistik. Ingin rasanya menjadi seorang jurnalis, reporter, penulis berita, atau pun penulis artikel. Datang ke acara-acara atau tempat-tempat tertentu untuk meliput, nampaknya keren, bukan? Saya selalu takjub melihat mereka yang membawa notes kecil, pulpen, dilengkapi tag “PERS”, berusaha membagi cerita dengan orang lain. Fakta. Fakta dan kebenaran dari tempat mereka meliput yang mereka rangkum dalam rangkaian kata untuk dibagikan kepada orang lain.

Namun melihat “pers”, “jurnalis”, “penulis berita”, dan “penulis artikel” belakangan ini saya merasa sedih dan kecewa. Mungkin saya yang terlalu naif, menganggap dunia pers masih seideal itu. Mungkin saya yang terlalu idealis. Tapi bukankah mereka sepatutnya memberikan fakta dan bukan menjadi provokator?

Mungkin kalian pun menyadari. Semakin banyak penulis-penulis artikel yang menuliskan opini mereka ketika ada sesuatu yang terjadi. Tidak ada salahnya bagi mereka menuliskan apa yang ingin dituliskan, terlepas dari setuju atau tidak pembaca dengannya. Tapi bagaimana dengan pers resmi? Pers dengan name tag “PERS”? Media pun sekarang ada yang bias, atau bahkan menjadi labil hanya karena uang. Seolah tidak ada lagi media yang bisa dipercaya baik media cetak ataupun media online.

Saya hanya berharap masih ada di luar sana media yang menjunjung tinggi etika jurnalistik. Media yang membagikan kebenaran kepada masyarakat.

Ayo, nonton AADC lagi! 😀

Xoxo,

Tee.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s