Resolusi 2015

Hai.

Begitu 2015 datang, orang-orang langsung ribut ngomongin “resolusi 2015”, yang mana tiap tahun pasti dibuat. Tapi menjelang tengah tahun, apakah ada yang masih ingat dan konsisten sama resolusinya? Aku termasuk yang emang one of mainstream people pernah ngalamin itu sih. Nggak tau kenapa sekarang jadi pengen lebih mikirin deh. Memang sih, sindrom “wanna be a better person” itu muncul sejak di Jakarta.

Jakarta membuat aku berpikir “aku nggak mau berubah meskipun aku tinggal di Jakarta”, “aku nggak mau jadi anak nakal”, dan… sejak terus-terusan topik yang dibahas itu tentang “jodoh”, “pernikahan”, yang mana aku pikir at least aku menikah umur 24 (UDAH LEWAT BANGET HAHAHA), ada wejangan favorit yaitu “kita cuma bisa memantaskan diri”. Ya, begitu lah. Kalau aku pengen nikah sama orang yang seperti A, paling tidak kan aku harus bisa A. Yaa intinya sih, kitanya jadi lebih baik dulu lah, untuk kita, untuk hidup kita, baru nanti bisa dapet orang yang setidaknya setara.

See? Untuk mau berubah lebih baik nggak butuh tahun yang baru dulu kok, sebenarnya. Aku aja tiba-tiba aja pengen ini, tiba-tiba aja pengen lebih ini, kurangi itu.

Kalau sekarang sih, karena tahunnya baru jadi lebih semangat aja. Apalagi semua orang koar-koar resolusi kan ya. Aku sendiri sih, lanjut aja yang lagi dilakukan. Tapi by the way, selama ini aku nggak pernah nulis resolusi aku. Katanya, resolusi yang ditulis setidaknya lebih diingat dan bisa lebih memotivasi kita untuk melakukan resolusi itu. Oh ya, sebelum tahun 2014 berakhir, seorang teman, Dyah namanya, ngasih link tentang resolusi gitu. Kalau dipikir sih, hampir sama dengan yang mau aku tulis di sini.

Let’s see my common resolution~

1. Makin rajin ibadahnya, Tee. Perbanyak sunnah, perbanyak tau ilmunya. Ga akan ngomong banyak tentang ini mah. Dalam hati aja resolusinya. Bukannya karena biar nanti gak dilakukan, tapi gak mau aja bilang-bilang (sok rahasia)

2. Hidup sehat. Jaga makanannya.. Kurangi junkfood. I meant, fastfood. Memang enak, inovatif (suka banyak menu baru yang bikin pengen coba, hihi), praktis. Tapi semua orang tau kan ya, kalau ini nggak bagus. Bukan sekarang efeknya, tapi nanti. Selain itu, rajin masak!

3. Rajin olahraga. Dari dulu, ini cuma ada di otak doang. Iya iya aja pengen rajin olahraga tapi suka kalah sama “mager”. Sekarang, karena akhirnya udah beli running shoes, bakalan deh itu rajin ikut aerobik dan juga lari! Dan juga rajin sit-up deh.

4. Nabung. Ini sih yang belum kesampean melulu. Nabung yang banyak, buat banyak hal juga sih ya.

5. Jalan-jalan domestik. Travelling, yeay! List-nya nanti deh, udah ada beberapa sih di pikiran. Yang pasti mau jelajah Indonesia dulu. Semoga terwujud. Aamiin.

6. Ngajak orang tua jalan-jalan. Pengennya sih gitu. Entah sekedar ke Singapore atau ke Bali/Lombok gitu. Yang jalan-jalan domestik sih sendirian maunya.

7. Go green. Makin rajin kurangin pemakaian listrik, air, kertas, kresek. Pake paperbag kalo belanja.

8. Keep in touch with friends! Ini nih yang suka lupa. Gak susah kan ngajak temen duluan, say hello duluan, tanya kabar duluan. Ayolah, jangan temen yang itu-itu melulu. Kabarin dong temen lama yang dulu deket 🙂

9. Banyak nulis lagi. Jangan diabaikan dong, fiksi-fiksinya!

10. Love yourself even more 🙂 Love yourself before you love someone else. Hehehe.

 

Udah segitu aja dulu ya.

Xoxo,

Tee

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s