MWB: Chapter 2 – What’s up? Friendzoned?

Nah, sejak hari itu, akhirnya aku dapet deh nomer HP dia lagi. Dan dari situ kita sering komunikasi lewat WhatsApp. Ngobrolin macem-macem sih, aku nggak inget. Tapi waktu itu emang aku masih biasa banget ke dia. Kadang-kadang, once in a while, dia suka whatsapp apaa gitu. Jarang sih aku duluan yang whatsapp, seringnya dia duluan. Soalnya karena masih biasa dan gengsi juga hahaha.

Pokoknya, habis nonton itu, dua minggu kemudian aku ke Bandung lagi. Dan ketemu dia lagi. Waktu itu kita ke Ciwalk, nonton Big Hero 6. Jadi, tadinya kan janjian mau nonton Interstellar, emang pengen banget nonton itu. Kebetulan dia juga bilang mau nonton itu. Tapi, aku juga mauuuu nonton Big Hero 6. Nah, pas di Jakarta, aku diajak nonton Interstellar sama Kak Nia. Nah Kak Nia bareng Kak Yudha, dan aku bareng Meta. Aku bilang sama dia, ntar kita nontonnya Big Hero 6 aja ya, aku nonton Interstellar sama temen-temen. Dia oke tuh. Ternyata pas nyampe Lotte Avenue, tiketnya udah abis. Gagal deh nontonnya. Aku lupa sih gimana detailnya, pokoknya akhirnya aku tetep janji nonton Big Hero 6 sama dia. Nah, karena nggak mau rugi, akhirnya aku ajakin Mas Opik nonton Interstellar (lumayan kan, dijajanin kalo sama Mbah satu ini :D). Kalo sama Mas Opik, keukeuh HARUS nonton di Kota Kasablanka. Akhirnya karena dia lamaaa sekali siap-siapnya, dapetlah kita tiket Interstellar di Kokas, di depan banget! Ah, intinya aku nonton Big Hero 6 lah sama dia di Ciwalk weekend-nya.

Apa ya… aku ngga begitu inget sih kejadian di hari itu. Yang pasti, dia ngga telat sih. Terus dari habis nonton yaa… makin deket aja sih.

Skip skip. Sekitaran waktu itu tuh aku baru patah hati karena dikecewakan seorang lelaki, hah! Nah, pas deket sama dia itu aku agak hati-hati sih. Aku mikirnya, ah pelan-pelan aja deh. Temenan aja dulu. Banyakin temenannya dibanding modusnya. Pokoknya aku harus friendzone dia gitu hahaha. Yang pasti, aku ngga mau kejadian sebelumnya terulang. Lalu… aku nggak nyari “sekedar pacar”. Makanya, daripada grasak-grusuk kayak sebelumnya (I admit it!), sama dia aku coba lebih hati-hati. Lagian, ngga bisa boong juga, saat itu sebenernya masih agak kepikiran yang sebelumnya. Curcol dikit, dengan begonya aku dulu ngerasa si okonomiyaki ini, he’s the best I’ve ever met. Aku sebel, soalnya deketnya bentar, nempelnya lama hiks. Yah, udahlah pokoknya.

Lucunya, lucunya… aku cerita tentang mas okonomiyaki (d.h The Best Spaghetti Bolognese) sama dia. Kan, bego lagi kan. Ya abis gimana ya, aku emang udah kegeeran sih sama dia, tapi aku ngerasa nggak seharusnya se-kegeeran itu. Makanya, aku cerita aja tuh tentang mas okonomiyaki setelah aku sama dia makan okonomiyaki di Kedai Ling Ling (which has the BEST okonomiyaki, ever). Bego kan, cerita gebetan lama ke gebetan baru. Pinter deh, Tee.

Tapi sebenernya itu merupakan suatu bentuk: aku ya begini aja ke kamu, dan mungkin aku masih suka sama mas okonomiyaki yang ngga mungkin itu, kalo kamu memang nyerah ya sudah kita bisa temenan, kalo ngga yah… kita liat nanti. Or simply you can say, “dear, you are… friendzoned”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s